Beranda » Seputar KPR » Tipe Rumah Bersubsidi yang Umum Ditawarkan di Indonesia

Tipe Rumah Bersubsidi yang Umum Ditawarkan di Indonesia

Saat mencari rumah subsidi, calon pembeli biasanya akan menemukan berbagai istilah seperti tipe 21, tipe 30, tipe 36, 36/60, 36/72, hingga 36/90.

Bagi pembeli rumah pertama, istilah tersebut terkadang membingungkan. Apa sebenarnya arti angka pada tipe rumah? Apakah tipe 36 berarti luas tanah 36 meter persegi? Apakah semua rumah subsidi mempunyai ukuran yang sama?

Jawabannya, tidak.

Angka pada tipe rumah umumnya menunjukkan luas bangunan dalam meter persegi, sedangkan angka setelah garis miring menunjukkan luas tanah. Misalnya, rumah tipe 36/72 berarti luas bangunannya sekitar 36 m² dan berdiri di atas tanah seluas 72 m².

Untuk rumah umum tapak, ketentuan yang berlaku menetapkan luas lantai minimal 21 m² dan maksimal 36 m², sedangkan luas tanah minimal 60 m² dan maksimal 200 m².

Lalu, tipe rumah bersubsidi apa saja yang umum ditawarkan di Indonesia?

Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa yang Dimaksud dengan Tipe Rumah Bersubsidi?

Tipe rumah menunjukkan ukuran luas bangunan, bukan harga dan bukan luas tanah.

Sebagai contoh:

  • Tipe 21/60 = bangunan 21 m², tanah 60 m².
  • Tipe 30/60 = bangunan 30 m², tanah 60 m².
  • Tipe 36/60 = bangunan 36 m², tanah 60 m².
  • Tipe 36/72 = bangunan 36 m², tanah 72 m².
  • Tipe 36/90 = bangunan 36 m², tanah 90 m².

Ketersediaan tipe tersebut dapat berbeda antara satu perumahan dengan perumahan lainnya.

Sebagai contoh, data rumah subsidi pada SiKumbang BP Tapera menunjukkan adanya unit tipe 36/90 dengan luas bangunan 36 m² dan tanah 90 m², serta tipe 36/66 dengan bangunan 36 m² dan tanah 66 m².

Artinya, dua rumah sama-sama tipe 36 belum tentu mempunyai luas tanah yang sama.


1. Rumah Subsidi Tipe 21

Tipe 21 merupakan salah satu ukuran rumah dengan luas bangunan sekitar 21 m².

Ukuran ini termasuk yang paling sederhana dalam kategori rumah umum tapak.

Karena luas bangunannya terbatas, tata ruang biasanya dibuat seefisien mungkin.

Rumah tipe 21 dapat mempunyai pembagian ruang seperti:

  • 1 atau 2 kamar tidur, tergantung desain.
  • 1 kamar mandi.
  • Ruang tamu atau ruang keluarga.
  • Dapur sederhana.
  • Teras.
  • Area halaman.

Namun, pembagian ruangan tidak selalu sama karena setiap pengembang dapat menggunakan desain yang berbeda.

Kelebihan Tipe 21

  • Harga relatif lebih terjangkau.
  • Cocok untuk kebutuhan hunian sederhana.
  • Biaya perawatan relatif lebih ringan.
  • Lebih mudah ditata untuk keluarga kecil.

Kekurangan Tipe 21

  • Ruang terbatas.
  • Penyimpanan barang harus diatur dengan baik.
  • Kurang ideal jika jumlah anggota keluarga terus bertambah.
  • Ruang untuk pengembangan rumah relatif perlu diperhitungkan sejak awal.

Tipe 21 dapat menjadi pilihan bagi pembeli yang lebih mengutamakan keterjangkauan harga daripada luas bangunan.


2. Rumah Subsidi Tipe 30

Tipe 30 mempunyai luas bangunan sekitar 30 m².

Ukurannya berada di antara tipe 21 dan tipe 36 sehingga memberikan sedikit lebih banyak ruang.

Dalam beberapa proyek, tipe 30 dapat mempunyai dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang keluarga, dan dapur.

Namun, desain setiap proyek bisa berbeda.

Kelebihan Tipe 30

  • Lebih lega dibandingkan tipe 21.
  • Masih relatif efisien untuk keluarga kecil.
  • Ruang dapat ditata lebih fleksibel.
  • Dapat menjadi pilihan tengah antara harga dan luas bangunan.

Kekurangan Tipe 30

  • Tetap mempunyai keterbatasan ruang.
  • Dapur dan ruang keluarga bisa terasa cukup sempit jika banyak perabot.
  • Penambahan anggota keluarga dapat membuat rumah terasa penuh.

Tipe 30 dapat menjadi pilihan menarik bagi pembeli yang menginginkan rumah sederhana tetapi merasa tipe 21 terlalu kecil.


3. Rumah Subsidi Tipe 36

Tipe 36 merupakan salah satu tipe yang sangat umum ditemukan pada perumahan subsidi.

Luas bangunannya sekitar 36 m², yang juga merupakan batas maksimal luas lantai rumah umum tapak berdasarkan ketentuan yang dirujuk pemerintah.

Tipe 36 dapat hadir dengan berbagai luas tanah.

Contohnya:

  • Tipe 36/60.
  • Tipe 36/66.
  • Tipe 36/72.
  • Tipe 36/90.

Bahkan data SiKumbang BP Tapera menunjukkan adanya rumah subsidi tipe 36/78 dan 36/90 di beberapa proyek.

Kelebihan Tipe 36

  • Ruang lebih lega dibandingkan tipe 21 dan 30.
  • Cocok untuk keluarga kecil.
  • Lebih fleksibel untuk penataan interior.
  • Tersedia dalam berbagai pilihan luas tanah.
  • Mempunyai potensi pengembangan yang lebih baik jika kondisi lahan dan aturan memungkinkan.

Kekurangan Tipe 36

  • Harga dapat lebih tinggi dibandingkan tipe yang lebih kecil.
  • Tidak semua proyek menyediakan tipe 36.
  • Luas bangunan tetap terbatas untuk keluarga besar.

Jika mempunyai anggaran yang memungkinkan, tipe 36 dapat menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk rumah pertama.


4. Rumah Subsidi Tipe 36/60

Rumah 36/60 berarti:

36 m² luas bangunan + 60 m² luas tanah.

Tipe ini mempunyai bangunan yang cukup luas untuk kategori rumah subsidi, tetapi lahannya relatif terbatas.

Kelebihannya adalah luas bangunan sudah mencapai 36 m² sehingga kebutuhan ruang keluarga kecil dapat lebih mudah dipenuhi.

Namun, sisa lahan untuk halaman depan, belakang, atau samping menjadi lebih terbatas.

Tipe 36/60 cocok bagi pembeli yang lebih mengutamakan luas bangunan daripada luas tanah.


5. Rumah Subsidi Tipe 36/66

Tipe 36/66 berarti bangunan seluas 36 m² berada di atas tanah 66 m².

Data SiKumbang BP Tapera menunjukkan adanya unit rumah subsidi tipe 36/66 yang dipasarkan dengan dua kamar tidur dan satu kamar mandi.

Tambahan luas tanah dibandingkan tipe 36/60 memang tidak terlalu besar, tetapi tetap memberikan sedikit ruang ekstra untuk halaman atau pengembangan.

Tipe ini dapat menjadi alternatif bagi calon pembeli yang ingin bangunan tipe 36 tetapi membutuhkan sedikit lebih banyak lahan.


6. Rumah Subsidi Tipe 36/72

Rumah 36/72 mempunyai:

  • Luas bangunan: 36 m².
  • Luas tanah: 72 m².

Tipe ini cukup menarik karena mempunyai keseimbangan antara luas bangunan dan lahan.

Dengan lahan 72 m², pemilik biasanya mempunyai ruang lebih untuk:

  • Area parkir.
  • Halaman.
  • Taman kecil.
  • Area belakang.
  • Pengembangan rumah sesuai ketentuan.

Namun, kemungkinan renovasi tetap harus disesuaikan dengan aturan yang berlaku.


7. Rumah Subsidi Tipe 36/78

Tipe 36/78 berarti:

36 m² bangunan + 78 m² tanah.

Data SiKumbang BP Tapera menunjukkan tipe 36/78 juga digunakan pada sejumlah unit rumah subsidi. Salah satu contoh yang tercatat memiliki luas bangunan 36 m², luas lahan 78 m², dua kamar tidur, dan satu kamar mandi.

Dibandingkan tipe 36/60 atau 36/66, lahan 78 m² memberikan ruang yang sedikit lebih fleksibel.


8. Rumah Subsidi Tipe 36/90

Tipe 36/90 berarti luas bangunan 36 m² dan luas tanah 90 m².

Contoh unit tipe 36/90 tercatat pada SiKumbang BP Tapera dengan dua kamar tidur dan satu kamar mandi.

Dengan tanah yang lebih luas, pemilik mempunyai lebih banyak ruang terbuka.

Misalnya untuk:

  • Carport.
  • Taman.
  • Halaman belakang.
  • Area jemuran.
  • Pengembangan ruang di masa mendatang sesuai aturan.

Tipe ini menarik bagi keluarga yang menginginkan rumah subsidi dengan lahan lebih lega.


Apakah Ada Rumah Subsidi Tipe 45?

Ini menjadi pertanyaan yang cukup sering muncul.

Untuk rumah umum tapak yang masuk ketentuan subsidi, batas luas lantai yang dirujuk pemerintah adalah 21 m² sampai maksimal 36 m².

Karena itu, rumah tipe 45 tidak termasuk ukuran rumah umum tapak dalam rentang tersebut.

Jika Anda menemukan iklan yang menyebut tipe 45 dan menggunakan istilah subsidi, jangan langsung berasumsi bahwa seluruh bangunan tipe 45 mendapatkan fasilitas subsidi.

Tanyakan secara detail:

  • Apakah seluruh unit termasuk rumah subsidi?
  • Berapa luas bangunan yang tercatat?
  • Apa skema KPR-nya?
  • Apakah ada bagian komersial?
  • Berapa harga jual resminya?

Ini penting agar calon pembeli tidak salah memahami produk yang ditawarkan.


Apakah Semua Rumah Subsidi Tipe 36 Sama?

Tidak.

Ini salah satu hal penting yang harus diketahui pembeli rumah pertama.

Sama-sama tipe 36 tidak berarti rumahnya identik.

Contohnya:

36/60

dan

36/90

sama-sama mempunyai luas bangunan 36 m², tetapi luas tanahnya berbeda cukup jauh.

Selain luas tanah, spesifikasi material juga dapat berbeda.

Data SiKumbang BP Tapera menunjukkan ada unit tipe 36 dengan spesifikasi seperti atap spandek, dinding batako plester, lantai keramik, serta pondasi beton bertulang. Pada proyek lain, tipe 36 dapat menggunakan atap genteng beton, dinding bata ringan, dan spesifikasi lantai yang berbeda.

Jadi, jangan menilai rumah hanya berdasarkan tipe.


Perbandingan Tipe Rumah Subsidi

Berikut gambaran sederhananya:

Tipe Luas Bangunan Contoh Luas Tanah Cocok Untuk
21/60 21 m² 60 m² Individu/pasangan kecil
30/60 30 m² 60 m² Keluarga kecil
36/60 36 m² 60 m² Keluarga kecil
36/66 36 m² 66 m² Keluarga kecil + ruang ekstra
36/72 36 m² 72 m² Keluarga kecil
36/78 36 m² 78 m² Keluarga kecil dengan kebutuhan lahan lebih
36/90 36 m² 90 m² Keluarga yang mengutamakan luas tanah

Catatan: tabel tersebut merupakan gambaran tipe yang dapat ditemukan di pasar. Ketersediaan aktual berbeda menurut proyek, wilayah, dan pengembang.


Mana yang Lebih Bagus, Tipe 21 atau Tipe 36?

Tidak ada jawaban yang sama untuk semua orang.

Jika prioritas utama adalah harga yang lebih terjangkau, tipe 21 dapat menjadi pilihan.

Jika Anda membutuhkan ruang yang lebih nyaman untuk keluarga kecil, tipe 36 biasanya memberikan keleluasaan lebih.

Namun, jangan hanya membandingkan luas bangunan.

Misalnya:

36/60 versus 36/90.

Keduanya sama-sama mempunyai bangunan 36 m², tetapi tipe 36/90 mempunyai lahan lebih luas.

Jika Anda mempunyai kendaraan atau berencana mengembangkan rumah di masa depan, luas tanah dapat menjadi faktor yang sangat penting.


Bagaimana Memilih Tipe Rumah Subsidi?

Sebelum menentukan pilihan, pertimbangkan beberapa hal berikut.

1. Jumlah Anggota Keluarga

Untuk pasangan tanpa anak, rumah yang lebih kecil mungkin masih cukup.

Tetapi jika sudah mempunyai anak, pertimbangkan kebutuhan kamar dan ruang penyimpanan.

2. Kemampuan Membayar

Jangan memilih rumah hanya berdasarkan keinginan.

Sesuaikan dengan kemampuan cicilan dan kondisi keuangan keluarga.

3. Luas Tanah

Jika Anda mempunyai rencana menambah ruang atau membuat taman, luas tanah perlu menjadi pertimbangan.

4. Jumlah Kendaraan

Jika mempunyai mobil, pastikan ukuran carport mencukupi.

5. Rencana Keluarga

Pikirkan kebutuhan lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Rumah yang terasa cukup sekarang mungkin terasa sempit ketika anggota keluarga bertambah.

6. Lokasi

Tipe rumah yang sedikit lebih kecil tetapi lokasinya dekat tempat kerja bisa lebih menguntungkan dibandingkan rumah yang lebih besar tetapi sangat jauh.


Apakah Tipe Rumah Menentukan Harga Rumah Subsidi?

Tidak selalu secara langsung.

Harga rumah subsidi dipengaruhi oleh ketentuan harga berdasarkan wilayah dan program yang berlaku.

Selain itu, harga rumah di lapangan juga berkaitan dengan lokasi dan proyek.

Karena itu, jangan beranggapan bahwa rumah tipe 36 di semua daerah mempunyai harga yang sama.

Contohnya, data SiKumbang BP Tapera menunjukkan unit tipe 36/90 dengan harga Rp173 juta pada salah satu proyek, sedangkan proyek lain mencatat tipe 36/78 dengan harga Rp166 juta.

Hal tersebut menunjukkan bahwa tipe rumah bukan satu-satunya faktor yang menentukan harga.


Apakah Rumah Tipe Lebih Besar Selalu Lebih Baik?

Belum tentu.

Rumah yang lebih besar memang memberikan ruang lebih luas.

Tetapi rumah yang lebih besar juga dapat berarti:

  • Harga lebih tinggi.
  • Biaya perawatan lebih besar.
  • Kebutuhan perabot lebih banyak.
  • Biaya renovasi lebih besar.

Karena itu, pilih ukuran yang sesuai kebutuhan, bukan semata-mata mengejar rumah terbesar.

Untuk pembeli rumah pertama, rumah sederhana yang cicilannya nyaman bisa menjadi pilihan yang lebih sehat secara finansial.


Tips Sebelum Membeli Rumah Subsidi

Setelah menentukan tipe rumah, jangan langsung melakukan booking.

Lakukan pemeriksaan berikut:

Periksa Luas Tanah

Pastikan ukuran tanah sesuai dengan informasi yang diberikan.

Periksa Luas Bangunan

Jangan hanya mengandalkan tulisan “tipe 36”.

Pastikan spesifikasi unit yang akan dibeli.

Cek Denah

Lihat bagaimana ruang tamu, kamar, kamar mandi, dan dapur ditata.

Cek Spesifikasi Bangunan

Tanyakan jenis:

  • Atap.
  • Dinding.
  • Lantai.
  • Pondasi.
  • Pintu dan jendela.
  • Sanitasi.
  • Instalasi listrik.

Cek Kondisi Lingkungan

Perhatikan:

  • Jalan.
  • Drainase.
  • Air.
  • Listrik.
  • Akses kendaraan.
  • Fasilitas umum.

Datang ke Lokasi

Foto rumah contoh tidak selalu menggambarkan unit yang akan Anda terima.

Jika memungkinkan, lihat langsung rumah dan kawasan perumahan.


Kesimpulan

Tipe rumah bersubsidi yang umum ditawarkan di Indonesia umumnya berada pada rentang luas bangunan 21 hingga 36 m², sesuai batasan rumah umum tapak yang dirujuk dalam ketentuan pemerintah. Luas tanahnya dapat berada pada rentang 60 hingga 200 m².

Di lapangan, calon pembeli dapat menemukan berbagai kombinasi seperti 21/60, 30/60, 36/60, 36/66, 36/72, 36/78, hingga 36/90, tergantung proyek dan ketersediaan unit.

Hal terpenting yang harus dipahami adalah angka pertama menunjukkan luas bangunan, sedangkan angka kedua menunjukkan luas tanah.

Jadi, rumah 36/90 bukan berarti rumahnya seluas 90 m². Artinya, bangunan memiliki luas sekitar 36 m² dan berdiri di atas tanah seluas 90 m².

Bagi pembeli rumah pertama, jangan hanya memilih berdasarkan tipe terbesar. Pertimbangkan jumlah anggota keluarga, kemampuan cicilan, luas tanah, kebutuhan parkir, rencana renovasi, serta lokasi rumah.

Rumah yang paling tepat bukan selalu yang paling besar, tetapi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial keluarga.

FAQ Tipe Rumah Bersubsidi

Apa saja tipe rumah subsidi yang umum?

Beberapa tipe yang dapat ditemukan antara lain tipe 21, 30, dan 36. Untuk tipe 36, terdapat berbagai kombinasi luas tanah seperti 36/60, 36/66, 36/72, 36/78, dan 36/90.

Apa arti rumah tipe 36/72?

Tipe 36/72 berarti luas bangunan sekitar 36 m² dan luas tanah 72 m².

Apa arti rumah tipe 36/90?

Artinya rumah mempunyai luas bangunan sekitar 36 m² dan berdiri di atas tanah seluas 90 m².

Apakah tipe 36 merupakan rumah subsidi terbesar?

Untuk rumah umum tapak dalam ketentuan yang dirujuk pemerintah, luas lantai maksimal adalah 36 m².

Apakah rumah subsidi tipe 45 ada?

Tipe 45 tidak termasuk dalam rentang luas lantai rumah umum tapak 21–36 m² yang dirujuk dalam ketentuan subsidi tersebut. Jika ada penawaran tipe 45 yang menggunakan istilah subsidi, calon pembeli perlu memeriksa skema dan status unitnya secara detail.

Mana yang lebih bagus, tipe 21 atau tipe 36?

Tergantung kebutuhan. Tipe 21 lebih mengutamakan keterjangkauan dan efisiensi, sedangkan tipe 36 memberikan ruang yang lebih lega untuk keluarga kecil.

Apakah tipe 36/60 dan 36/90 sama?

Luas bangunannya sama-sama 36 m², tetapi luas tanahnya berbeda. Tipe 36/90 mempunyai tanah lebih luas daripada 36/60.

Apakah rumah subsidi bisa direnovasi?

Renovasi harus memperhatikan ketentuan yang berlaku pada rumah subsidi. Sebelum melakukan renovasi besar, sebaiknya tanyakan aturan kepada pihak terkait.

Apakah luas tanah rumah subsidi selalu 60 m²?

Tidak. Ketentuan rumah umum tapak yang dirujuk pemerintah menetapkan luas tanah minimal 60 m² dan maksimal 200 m², sehingga tersedia berbagai kemungkinan ukuran lahan.

expand_less